Home » » Urutan Peristiwa Dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoyo

Urutan Peristiwa Dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoyo

Written By Unknown on Kamis, 02 Mei 2013 | 5/02/2013 11:09:00 AM


Disini kita akan belajar membuat urutan Peristiwa dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoy, pada bagian pertama kita akan memuliai dengan membuat PENDAHULUAN atau BAB I yang meliputi:

A. Latar Belakang
Sastra merupakan cermin masyarakat. Keberadaan karya sastra memang tidak lepas dari masyarakat dan kenyataan sosial di sekelilingnya. Dan memang, sastra seringkali bermula dari permasalahan serta persoalan yang berada di lingkungan kehidupan manusia. Karya sastra lahir dari hasil pergulatan antara realitas dan imajinasi pengarangnya. Dengan imajinasinya, pengarang berusaha mewujudkan sederet pengalaman

kehidupannya ke dalam sebuah karya sastra. Karya sastra dapat menjadi manifestasi, potret manusia yang tumbuh dan berkembang dari suatu zaman ke zaman yang lain. Oleh

karena itu, karya sastra dapat menjadi sebuah dokumen kemanusiaan yang berdampingan dengan sejarah kemanusiaan itu sendiri, yang bermanfaat bagi masyarakat sesudahnya. Sastra hadir untuk memperluas, memperdalam, dan mempertajam kewaspadaan kita terhadap wacana kehidupan.

Novel Pasar yang ditulis Kuntowijoyo tahun 1971 merupakan salah satu novel yang mencoba mengangkat realitas kehidupan masyarakat pada masa itu, khususnya masyarakat Jawa. Novel ini mampu menggambarkan kondisi sosial masyarakatnya. Cerita dalam novel Pasar sesungguhnya sangat sederhana. Latar cerita adalah masyarakat Jawa, yang diwakili oleh sebuah kecamatan, yaitu Kecamatan Gemolong. Tokoh yang bermain di dalamnya pun tidak banyak. Namun, tidak dapat dimungkiri, novel ini sarat makna, khususnya tentang nilai-nilai Jawa yang selama ini dianggap sangat luhur. Nilai-nilai Jawa ini menyangkut masalah sikap, jiwa, dan kebudayaannya.


Kuntowijoyo memang orang Jawa. Sebagai sastrawan dan budayawan, beliau mampu memadukan realitas budaya yang terjadi dalam masyarakatnya dengan kelihaiannya merangkai kata menjadi sebuah novel yang memikat. Tanpa terkesan menggurui, pembaca seakan diajak untuk mengingat dan merenungkan kembali nilai-nilai Jawa yang mulai luntur ditinggalkan oleh orang Jawa itu sendiri. Nilai-nilai Jawa yang diungkap dalam novel Pasar ini adalah nilai-nilai yang semestinya dipegang teguh dan menjadi dasar bagi orang Jawa dalam mengarungi kehidupannya. Nilai-nilai tersebut antara lain sikap mawas diri, unggah-ungguh (sopan santun), hidup yangsamadya, jujur, rela berkorban, bertanggung jawab, juga mengenai rahasia hidup, dan sebagainya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, dapat di rumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana urutan peristiwa
· Sintagma dalam novel Pasar Karya Kuntowijoyo
· Paradigm Cerita dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoyo

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan urutan peristiwa
· Sintagma dalam novel Pasar Karya Kuntowijoyo
· Paradigm Cerita dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoyo

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Novel pada hakikatnya adalah suatu cerita. Cerita menurut (via Zamira, 1975:5) adalah sebuah kalimat yang besar, seperti setiap kaliamta konstantif juga merupakan gambaran kasar dari suatu cerita kecil.

Cerita atau novel juga merupakan sebuah wacana. Dalam suatu wacana, kata-kata muncul secara berurutan. Linearitas bahasa tidak memberikan kemungkinan terhadapdua unsure bahasa diucapkan sekaligus. Yang ada adalah kombinasi. Kombinasi unsure-unsur kebahasaan yang muncul dalam satu urutan sesuatu dengan lineritas bahasa (Saussure via Zamira, 1975:5)

Diluar wacana kata-kata yang memiliki salah satu segi permasalahan dapat bersosialisasi dalam pikiran. Dengan demikian, terbentuklah kelompok kata-kata yang memiliki hubungan berbeda-beda. Hubungan jenis terakhir ini sangat berbeda dengan jenis hubungan yang disebut terdahulu. Hubungan jenis ini disebuthubungan atau relasi paradikmatik. Hubungan paradigmatic berada dalam pikiran, merupakan kemampuan peribadi seseorang dalam memakai bahasa (Saussure via Zamira, 1975:6). Oleh Saussure, hubungan inidisebut hubungan asosiatif, sedangkan yang menyebut hubungan paradigmatic adalah Martitet (Ibid). Biasanya hubungan sintagmatik dikemukakan dengan rangkaian unsure bahasa secara horizontal, sedangkan hubungan paradigmatiksecara vertical, demikian menurut Martitet. Hubungan sintagmatik merupakan hubungan yang benar-benar muncul dalam suatu urutan, sedangkan hubungan paradigmatic hanyalahj hubungan antara unsure-unsur yang memiliki kemungkinan untuk munculdalam konteks yang sama. Oleh karena itu dapat pula didikatakan bahwa hubungan yang pertama disebut hubungan in presentia, sedangkan yang kedua disebut hubungan in absentia.

Todorov (1985, 126; Zamira, 1984) mengemukakan dua aspek yang perlu diteliti dalam suatu karya dalam rangka pemahamannya, yaitu aspek cerita dan aspek penceritaannya(historis dan discours). Cerita adalah serangkaian peristiwa lengkap dengan tokoh-tokohnya yang dikemukakan dalam siatu wacana. Ada seorang pencerita yang mengisahkan dan ada pula penerimaanya. Dalam tataran ini, bukan lagi peristiwa-peristiwa yang menjadi objek penelitian, melainkan cara si pencerita mengemukakannya Todorov (1985, 126; Zamira, 1979:7).

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan disajikan hasil penelitian dan pembahasan. Pertama sekali aka diberikan cerita yang berupa urutan peristiwa dalam novel Pasar karya Kunto Wijoyo dan paradigmatik cerita yang berupa indeks utama dan informan. Baru pada bagian berikutnya data-data tersebut dibahas (dianalisis).
A. Sintagma dalam novel Pasar
Hasil penelitian pada poko bahasan sintagma cerita berupa urutan peristiwa yang ada dalam novel Pasr. Pada dasar urutan peristiwa dibedakan menjadi dua , yaitu plot dan fibula. Plot adalah urutan peristiwa berdasarkan kenyataan yang ada dalam peristiwa. Fibula adalah urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu kejadian. Fibula lebih bersifat logis dan kronologis.

Berikut ini akan diuaraikan diurutkan sebagai unsur plot. Peristiwa-peristiwa akan diberi dengan nomor dengan ururtan seperti tersebut di bawah ini, misalnya (a) 1,2,3, dan seterusnya menunjukan peristiwa pokok. (b) 1.1 s.d. 1.6 menunjukan anak peristiwa yang terdapat dalam peristiwa pokok nomor 1. (c) 1.1.1 s.d. 1.1.6 menunjukan bahwa dalam anak peristiwa 1.1 masih ada lagi anak peristiwa lainya. Demikian pula seterusnya. Anak peristiwa itu biasanya dipakai untuk menyatakan backtracking atau untuk memperjelas lagi peristiwa yang ada dalam peristiwa pokok.

1. Pak Mantri menuju ke pasar
1.1 Pak Mantri mendapati pedagang berjualan di luar pasar yang membuat los pasar semkin sepi.
1.2 Pak Mantri marah ketika melihat sopir dan kenek bis mengoda wanita cantik penjual nasi.
1.3 Pak Mantri teringat pada Pak Kasan Ngali dan merasa sedih ketika minggu-minggu ini mendengar cacian dari orang pasar pada burung-burungnya.

2. Pak Mantri datang ke tempat kerjanya (pasar) dengan berpakaian putih-putih kelonggaran.
2.1 Pak Mantri hidup sendiri, dan tidak mempuntai istri dan anak serta mempunyai keluarga yang jauh.
2.2 Pak Mantri berkeliling mencari tukang karcis pasar untuk mengurus burung-burung.
2.3 Siti Zaitun yeng berkantor di sebelahnya sudah datang.
2.4 Tukang karcis (Paijo) sedang menyapu dan membakar sampah serta ubi.
2.5 Paijo belum membuka pintu dan belum menyapu lantai kantor.

3. Pak Mantri masuk ruangan kerjanya.
3.1 Paijo begegas begegas meninggalkan ruangan dan tidak menyelesaikan pekerjaan menyapunya.
3.2 Pak Mantri bersiul-siul untuk burung peliharaanya di ruanganya.
3.3 Paijo disuruh merawat burung-burung milik Pak Mantri.
3.4 Pak Mantri disuguhi minuman pagi hari kopi oleh Mbok Painah dan membaca koran.
3.5 Pak Mantri kecewa ketika langkah Paijo masuk ruangan yang tak terdengar.
3.5.1 Burung puter pak Mantri menabrak-nabrak sangkarnya.
3.5.2 Paijo disuruh Pak Mantri untuk menjemur burung-burungnya dan member makan serta air minum.

Halaman 33
Paijo memunggut karcis pasar kepada seorang lelaki tua penjual tongkat.
Paijo bertemu Kasan Ngali 47

4. Pak Mantri berdiri dan kesal di pintu dengan muka yang bersungut. 48
4.1 Pak mantra berbicara dengan tenang dengan Paijo.
4.2 Pak Mantri memukul meja yang menguncangkan gelas.
4.3 Paijo disuruh Pak Mantri untuk menemui Sri Zaitun untuk bekerja sama dengan pegawai bank.
4.4 Pak Mantri geram ketika melihat bangkai burung dimakan kucing.

5. Pak Mantri pergi kekecamatan dengan membawa catatan daftar nama pembunuh burung dara di pasar.
5.1 Pak Mantri menulis buku daftar hadir tamu dengan tulisan jawa di kecamatan.
5.2 Pak Mantri disambut oleh seorang perempuan dan menegatahui masalah burung daranya.
5.3 Pak Camat datang memarahi juru tulisnya karena Pak Mantri disuruh menulis daftar hadir.
5.4 Pak Camat dan Pak Mantri berbicara dan membahas Candrasengkala dan mengenai pasar.

6. Pak Mantri kembali ke pasar pada siang hari.
6.1 Pak Mantri Pasar bertemu Paijo dan meminta uang karcis pasar.
6.2 Pak Mantri menuduh Paijo namun dengan bergurau.
6.3 Paijo memberikan informasi kalau pagar Kasan Ngali telah dibuka dan mendirikan pasar baru dekat pasar Pak Mantri.
6.4 Pak Mantri kembali memarahi Paijo karena tidak mencoba mengambil karcis di pasar baru.
6.5 Pak Mantri kembali duduk dikantor dan membuat catatan dan berfikir untuk menemui Zaitun.
6.6 Pak Mantri bergegas menengok pintu bank sudah tertutup.
6.7 Pak Mantri merasa bersalah karena Zaitun mendampratnya tadi pagi.

7. Pak Mantri belum datang dan bank belum buka.
7.1 Paijo kembali dan takut kalau ketahuan kalau ia habis makan dari tempat Pak Kasan Ngali.
7.2 Paijo membuka pintu kantor, jendela, dan mulai menyapunya.
7.3 Pak Mantri datang di depan pintu dan menyuruh Paijo merawat burung-burungnya .
7.4 Pak Mantri berbicara dengan Paijo, kalau pak Mantri akan melaporkan perkara pembunuhan burung-burungnya.
7.5 Pak Mantri membawa jam emas dan rantai yang ujungnya menggantung kuku macan.
7.6 Paijo mengatakan pada Pak Mantri, kalau pasar baru Kasan Ngali sudah diresmikan.
7.7 Pak Mantri menuyurh Paijo untuk segera mengisi uang kas, kalau tidak ia kan dipecat.
7.8 Pak Mantri menyeruput kopi dan mulai berjalan melewati keramain pasar depan rumah Pak Kasan Ngali.
7.8.1 Kasan Ngali berdiri dengan gigi emas dan berbadab gemuk sedang mengawasi pasar barunya.

8. Pak Mantri tiba di kantor polisi.
8.1 Pak Polisi menawarkan burung kepada pak Mantri.
8.2 Pak Mantri melaporkan menegenai burung dara yang berada di pasar.

9. Pak Polisi menampung persoalan tersebut dan Pak Modin bisa pulang.
9.1 Pak Polisi mengantarkan Pak Modin sampai pelataran.
9.2 Pak Modin merapikan pakaian dan ditegur dengan masalah burung dara.
9.3 Pak Modin tidak menjawab agen tersebut dan terus melaju melangkah ke depan.
9.4 Pak Mantri Pasar melewati pasar baru dan lupa melaporkan permasalahan pasar baru milik Pak Kasan Ngali.
9.5 Ketika melewati pasar baru, Pak Mantri diseluduk beberapa ekor kambing dari belakang.
9.6 Pak Mantri bertemu Paijo dan Paijo mengatakan bahwa di pasar hewan para pedagang tidak mau bayar karcis.
9.7 Paijo melarang Pak Mantri ke bank karena Kasan ngali sedang menabung.
9.8 Pak Mantri menerka kalau Paijo akan di kerjakan di pasar baru dan diberi nasihati juga.
9.9 Paijo diminta membeli kertas padalarang, namun yang dibelinya kertas rokok. Segera Pakmantri menyuruh paijo untuk menukarnya.

10. Pak Mantri menyaipkan peralatan untuk membuat poster.
10.1 Pak mantri mengisyaratkan Paijo untuk membantu memegang ujung-ujung kertas.
10.2 Pak Mantri menyuruh Paijo untuk menempelkan poster di bankdan segera menarik karcis.
10.3 Paijo terancam dipecat jika tidak melakukan penarikan karcis pasar.
10.4 Zaitun marah di depan Paijo ketika melihat poster yang ditempal di bank.
10.5 Paijo kembali menggulung dan menaruh di pasar dan malah mendapatkan marahan dar Pak Mantri.


11. Pak Mantri Marah mendatangi Zaitun di bank Pasar.
11.1 Pak Mantri tadak jadi membentak Zaitun.
11.2 Paijo mendapatkan pemasukan penjualan karcis dari pedagang yang datang dari jauh.
11.3 Paijo menghibur diri ke tempat Pak Kasan Ngali dan berdiri bersama-sama.
11.4 Pak Kasan Ngali menanyakan tentang Zaitun kepada Paijo.

12. Pak mantri datang terlambat ke kantor karena ada urusan di kota.
12.1 Pak Mantri bertanya kepada Paijo apakah Zaitun sudah datang.
12.2 Paijo disuruh Pak Mantri kalau ia akan bertemu di bank.
12.3 Pak Mantri berdialog dengan Siti Zaitun, dan Zaitun terus menyalahkan Pak Mantri.
12.4 Pak Mantri inign menabung untuk menyelamatkan bank pasar dan menyelamatkan Siti Zaitu dari pemecatan.
12.5 Pak Mantri sudah siap berlomba kekayaan dengan Pak Kasan Ngali.
12.5.1 Paijo menyuruh menunggu di kantor.
12.6 Pak Mantri mencoba menemukan bentuk kecurangan dan menyuruh Paijo untuk menyelidikinya.
12.7 Paijo disuruh Pak Mantri kalau pasar lama tidak akan dipungut karcis pasar.
12.8 Polisi datang dan Pak Mantri menyambutnya serta menagajak masuk ke dalam.
12.9 Zaitun merasa disibukan lagi ketika bermunculan nasabah baru dan lama mulai sadar menabung.

13. Pak Mantri tergesa-gesa pergi ke kantor
14. Pak Mantri mendapati seorang anak kecil yang tepeleset dan akan diantarnya pulang.
14.1 Pak Mantri tersadar kalau anak yang ditolongnya adalah anak Marsiyah yang pernah melamarnya dan bekas Kasan Ngali.
14.2 Pak Mantri terkena dampratan Marsiyah dan dituduh yang bukan-bukan karena menduka telah mencelakakan anaknya.
14.3 Marsiyah pulang dengan cepat untuk kembali kerumah.
14.4 Pak Mantri terhenti sejenak di halaman dan mejelaskan semua kejadian di depan Marsiyah.
14.5 Pak Mantri diusir dan merasakan hatinya tersayat ketika melihat adegan itu, segera ia mengusap mata dengan sapu tangannya.

15. Pak Mantri tergesa-gesa pergi ke kantor.
15.1 Paijo sibuk dengan urusan pekerjaanya sebagai tukang bersih-bersih.

16. Pak Mantri berkeliling kantor dan mendapati tahi-tahi burung berjatuhan dar pagupon.
16.1 Pak Mantri bertemu dengan dua orang sedang mencopoti pagupon yang berada di bank.
16.2 Pak Mantri berdebat dengan Zaitun mengenai pasar, bank dan burung dara.
16.3 Paijo melapor lagi kepada Pak Mantri kalo pagupon di bank sudah dibongkar oleh orang-orangnya Zaitun.
16.4 Pak Camat melihat catatan daftar dari permasalahan pembunuhan burung di pasar.

17. Pak Mantri memperoleh besekan dari syukuran untuk bank yang laris kembali.
17.1 Pak Mantri menawarkan Paijo makan bersama yang berisi daging di kantornya.
17.2 Zaitun mengabari Paijo, kalau yang dimakan bersama dengan Pak Mantri adalah daging burung dara dari pasar.
17.3 Kasan Ngali mengamati Zaitun dari bawah pohon johar di mika pasar.
17.4 Kasan Ngali menggoda Zaitun saat Zaitun akan pulang kerja.
17.5 Kasan Ngali pada saat pagi hari sudah disibukan dengan membongkari barang-barang dari bungkusan.

18. Pak Mantri Pasar pagi-pagi ini berniat untuk menyenangkan hati Zaitun dengan tekad yang baik untuk menemuinya.
18.1 Paijo bercerita kepada Pak Mantri kalau Kasan Ngali membawa bingkisan kepada Zaitun.
18.2 Paijo menuju pojok bank dan bertemu Zaitun, Paijo pun disuruh mengambil bngkusan tersebut dan kemudian dibawa ke tempat kantor Pak Mantri dan segera mereka membaca isi bingkisan tersebut.
18.3 Paijo tidak memiliki bertugas menarik karcis dan mencoba bertemu dengan Kasan Ngali.
19. Pak Mantri menyiapkan beberapa pidato umum pada pagi hari.
19.1 Paijo mengabarkan kepada Pak Mantri pasar kalau Kasan Ngali mempunyai mobil baru.
19.2 Kasan Ngali mencoba memamerkan mobilnya untuk Zaitun di depan bank.
19.3 Pak Mantri menuju kantor kecmatan dan menanyakan tentang bank yang akan ditutup.
19.4 Pak Mantri berinisiatif untuk membersihkan pasar dan mengapurkan kembali kantor dan pasar bersama Paijo serta tidak ada pemungutan lagi dari pasar.

20. Pak Mantri tertidur tenang pada malam hari tanpa bayang-bayang pikiran dari Kasan Ngali dan Zaitun.
20.1 Pak Mantri Pasar menyuruh Paijo menagkap burung-burung dara untuk dimasukan segera ke kandang ayam.
20.2 Pak Mantri menyuruh Paijo untuk mengabarkan kalau mereka boleh menagkap burung dara dan boleh memotongnya.
20.3 Pak Mantri menyuruh Paijo agar memilih salah satu burung dara untuk Pak Mantri.
20.4 Pak Mantri menanggung kerugian seorang pedagang dawet yang tumpah karena kelakuan pemuda yang sedang menangkap burung dara.
20.5 Kasan Ngali menyuruh Paijo memberikan bungkusan kepada Zaitun.
20.6 Camat dan Zaitun membincangkan masalah burung dara yang akan dimusnahkan karena dianggap sebagai hama pasar.
20.7 Pak Camat dan kepala sekolah bertamu ke tempat Kasan Nagali untuk segera menghentikan pembilian burung dara.

21. Pak Mantri mendapat kabar kalau Pak Kasan Ngali lagi kalap dan menatang semua orang.
22. Pak Kasan Ngali mendirikan bank kredit.

23. Pak Kasan Ngali mendapati bank pasar dan losmen-losemen miliknya sudah roboh dan para pedagang lari menuju pasar lama.
23.1 Paijo diterima kembali dengan senyum oleh para pedagang dan memakai baju dinas yang diseterika.
23.2 Pak Mantri terheran ketika Paijo mengambil tas dan sejumlah karcis pasar.
23.3 Pak Mantri , Pak Camat, Kepala Polisi, Kasan Ngali dan Paijo mengantarkan Zaitun ke Stasuin.
23.4 Zaitun akhirnya jadi pergi meninggalkan bank dengan melambaikan tangan.

24. Pak Kasan Ngali pulang bersama Paijo untuk kembali ke kantor dengan menuju keselatan dan membelok ke timur.

B. Paradigm Cerita dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoyo

Pada bagian ini diuraikan hasil penelitian yang berupa paradigmatic cerita, meliputi indeks utama dan informan. Informan ini meliputi informan waktu dan informan tempat. Untuk indeks tokoh utama ini, yang dibahas hanya tokoh-tokoh utama dan tokoh-tokoh bawahan yang banyak medukung cerita saja. Uraian indeks utama tokoh mencakunsifat-sifat tokoh, identitas, perasaa, ide, suasana, dan filasafata yang ada pada atau dimiliki oleh tokoh. Adapun informan terbatas pada informan waktu, dan tempat yang berhubungan dengan peristiwa dan para tokohnya.

1. Indeks Utama Tokoh Pak Mantri Pasar

a. Tokoh Pak Mantri Pasar sebelum masuk kantor
1. Laki-laki tua yang mudah tersinggung.
2. Pak Mantri adalah pemilki pasar.
3. Memakai pakian putih lintur, sepatu sandal dan berkau kaki putih, memakai topi, dan dengan membawa tas bwrwarna hitam kecoklatan.
4. Mudah menerima nasib.
5. Tidak mempunyai istri dan anak, hanya memmpunyai keluarga yang jauh.

b. Tokoh Pak Mantri setelah masuk kantor pasar
1. Pemilik pasa yang kurang ramah terhadap pegawainya.
2. Tidak disuakai banyak pedagang.
3. Menjadi pemelihara burung dara di pasar.
4. Mudah dikelabuhi atau dibohongi.
5. Mudah diprovokasi.

2. Indeks Utama Tokoh Paijo
a. Menjadi juru karcis pasar dan merangkap kebersihan pasar.
b. Tiadak memiliki pendidikan.
c. Mudah disuruh dan mempunyai pikiran yang kocak.

3. Indeks Utama Tokoh Siti Zaitun
a. Gadis cantik, lembut, sopan santun, cekatan.
b. Baik terhadap oran lain.
c. Memiliki pendidikan yang tinggi.
d. Pernah bersekolah di sekolah juru rawat orang.
e. Pegawai bank pasar.

4. Indeks Utama Tokoh Pak Kasan Ngali
a. Berbadan gemuk dan mengenakan kaos hijau berlengan warna putih
b. Bercelana kolor komprang.

5. Informan tentang Waktu
a. Pagi Hari, siang itu, yang paling pagi, pagi-pagi tadi, siang itu, malam hari.

6. Informan tentang Tempat
a. Pasar, kantor kecamatan, kantor polisi, losmen pasar, bank pasar, desa gemolong, Stasiun Kereta Api.

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
1. Berdasarkan relasi sintagmatiknya, hasil penelitian terhadap novel pasar karya Kuntowijoyo mempergunakan alur ganda. Pengarang menyajikan cerita dengan mengemukakan bagaimana akibat dari konflik dalam cerita. Dalam kategori ini pengarang menggunakan alur mundur. Kemudian penyebab dari konflik yang merupakan pemaparan selanjutnya berupa alur maju. Berikut kutipan mengenai alur mundur yang terdapat pada paragraf awal.

2. Berdasarkan analisis paradigmatiknya, hasil penelitian terhadap novel pasar karya Kuntowijoyo tokoh-tokoh yang terlibat dalam novel ini memiliki persamaan dan perbedaan dalam hal indek utamanya, tempat dan waktu dalam novel ini sebagai informasi untuk menandai makna tertentu.

DAFTAR PUSTAKA
Jabrohim. 2011. “Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik dalam dua novel Kuntowijoyo”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kuntowijoyo. 1994. Pasar (novel). Yogyakarta: Bentang
Todorov, Tzveta. 1985. Tata Sastra. Jakarta: Djambatan
Zamira, Okke KS. 1979. “Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik dalam Tiga Novel Iwan Simatupang”. Jakarta: PusatPembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Share this article :

1 komentar:



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Berita-NTB - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger