Home » » Sinonim, Istilah Sinonim

Sinonim, Istilah Sinonim

Written By Relly Aquene on Sabtu, 01 Desember 2012 | 12/01/2012 06:54:00 AM


Pada postingan ini akan membahas tentang istilah dan pengertian sinonom lebih jelasnya silahkan membaca postingan ini, selamat membaca semoga bermanfaat.
A. Pengertian: Sinonim secara etimologi adalah kata sinonim berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu onoma yang berarti “nama” dan syn yang berarti “dengan” maka secara harfiah sinonimi berarti “nama lain untuk benda atau hal yang sama”(Abdul Chaer,2002 :82 ).
Dalam semantik menurut Verhar sinonim didefinisikan sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain.
Menurut KBBI sinonim adalah “persaan kata” serupa
Menurut EYD sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai persamaan makna yang sama, tetapi berlainan bentuknya.
Kata sinonim diturunkan dari akar kata bahasa yunani onim atau onuma yang berarti ‘nama’ . dan akar kata onim”nama” yang bermakna " sebuah kata yang dikelompokkan dengan kata-kata lain di dalam klasifikasi yang sama berdasarkan makna umum. Dengan kata lain sinonim adalah kata-kat yang mengandung arti pusat yang sama tetapi berbeda. Dalam nilai kata atau kata-kata yang mempunyai denotasi yang sama tapi berbeda dalam konotasi (HG. Tarigan :79).

Menurut Pateda dalam buku semantik leksikal istilah sinonim (inggris : synonymy berasal dari bahasa yunani kuno; onoma =nama dan syn = denga). Makna harfiahnya adalah nama lain untuk benda yang sama.

Menurut plrmer synonymy is used to mean semeness of meaning yang maksudnya bentuk bahasa yang mengalami sinonim dan yang menjadi anggota sinonim.(Aminudin,2003:114-115).

Harimurti Kridalaksana mengungkapkan Sinonim adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain maksudnya kesamaan itu berlaku bagi kata, kelompok kata atau kalimat, walaupun umumnya yang dianggap sinonim hanyalah kata-kata saja. (Aminudin ,2003: 115).

Sinonimi adalah suatu istilah yang dapat dibatasi sebagai, telaah mengenai bermacam-macam kata yang sama, atau keadaan dimana dua kata atau lebih memiliki makna yang sama. Sebaliknya, sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama (syn = sama, onoma = nama) (Gorys keraf ,1986:34).

Sinonimi adalah ‘relasi makna antarkata (frase atau kalimat) yang maknanya sama atau mirip’. Di dalam suatu bahaa sangat jarang ditemukan dua kata yang bersinonim mutlak (Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik, 2005:117-118).

B. Contoh Sinonimi
1. Nasib dan Takdir
Dapat dikatakan bahwa nasib adalah sinonim dengan takdir, ataupun sebaliknya takdir adalah sinonim dengan nasib karena adanya hubungan kesinoniman berlaku timbal balik

2. Mati dan Meninggal
Kata mati memiliki komponen makna tiada bernyawa dan dapat dikenakan dalam apa saja misalnya : manusia, binatang ,pohan dsb. Sedangkan meninggal memiliki makna tidak bernyawa dan hanya dikenakan pada manusia. Maka dengan demikian kata mati dan meninggal hanya bersinonim pada komponen makna tiada bernyawa. Karena itu, sudah jelas kalau Ali, kucing dan pohon bisa mati. Tetapi yang bisa meninggal hanya Ali, sedangkan kucing dan pohon tidak bisa dikatakan meninggal.

3. Segala dan semua
Kata segala dan semua pada dasarnya mempunyai arti yang sama, tetapi jika diterapkan kedalam kalimat maka artinya bisa berubah sesuai dengan kalimat yang digunakan.

Misalnya:
a. Dewi ingin melihat segala bunga yang terdapat di kebun itu.

b. Dewi ingin melihat semua bunga yang terdapat kebun itu.
Kalimat (a) menyiratkan pengertian bahwa di kebun itu ada berbagai jenis bunga. Kalimat (b) mengandung dua pengertian, yaitu mungkin satu jenis bunga saja yang ada dikebun itu atau mungkin pula ada berbagai jenis.

4. Ban dan roda
Secara matematis kata ban sama maknanya dengan kata roda, dan kata ban juga sama maknanya dengan kata ikat pinggang, maka kata roda tidak sama maknanya dengan ikat pinggang.

C. Macam-macam Sinonim
Ada empat macam sinonim (Goris Keraf,1986:35) diantaranya:

1. Sinonim yang total dan komplet, yang dalam kenyataan jarang ada , dan iniah yang dijadikan landasan untuk menolak adanya sinonim.

Misalnya : manipulasi bersinonim dengan kecurangan, penggelapan
2. Sinonim yang tidak total tetapi komplet.

Misalnya : stabil bersinonim dengan kata mantap, kuat,tetap, kukuh.

3. Sinonim yang total tetapi tidak komplet .

Misalnya : hasil bersinonim dengan kata prestasi.

Jahat bersinonim dengan kata kotor.

4. Sinonim yang tidak total dan tidak komplet, semuanya tergantung dari sudut pemenuhan kedua kriteria di atas.

Misalnya : karangan bersinonim dengan risalah, artikel, makalah,atau esei
Menurut Verhar (Mansoer Pateda, 2001: 224-225) membedakan sinonim menurut taraf keberadaan bentuk tersebut, dan karena itu dibedakan atas :

1. Sinonim antarkalimat, misalnya, Ahmad melihat Ali dan Ali melihat Ahmad.

2. Sinonim antarfrase, misalnya rumah bagus itu dan rumah yang bagus itu.

3. Sininom pada antarkata, misalnya kata nasib dan takdir, kata yang memuaskan dan menyenangkan.

4. Sinonim pada antarmorfem ( terikat dan bebas ), misalnya buku-bukunya dan buku-buku mereka; kulihat dan saya lihat.

D. Sebab- sebab terjadinya sinonim
Ada tiga sebab terjadinya sinonim (Goris Keraf,1986:35-36) diantaranya:
1. Sinonim tak dapat dihindari dalam sebuah bahasa ;pertama-tama ia terjadi karena proses serapan (borrowing).

2. Dalam hal ini sinonim terjadi karena menerima dua bentuk atau lebih dari sebuah bahasa donor, atau menerima beerapa bentuk dari beberapa bahasa donor.

3. Penyerapan kata-kata daerah ke dalam bahasa Indonesia, juga menjadi penyebab adanya sinonim. Tempat kediaman yang berlainan mempengaruhi pula perbedaan kosa kata yang digunakan, walaupun referennya sama.

E. Menentukan adanya sinonim
Ada lima cara yang digunakan dalam menentukan kemungkinan adanya sinonim(Aminudin,2003:116-117). Kelima cara yang dimaksud adalah :
1. Seperangkat sinonim mungkin saja merupakan kata-kata yang digunakan dalam dialek yang berbeda-beda.

2. Suatau kata yang semula memiliki kemiripan atau kesamaan makna, setelah berada dalam berbagai pemakaian ada kemungkinan membuahkan makna yang berbeda-beda.

3. Suatu kata, apabila ditinjau berdasarkan makna kognitif, makna emotif, maupun makna evaluatif, mungkin saja akhirnya menunjukkan adanya karakteristik tersendiri meskipun dalam pemakaian sehari-hari semula dianggap memiliki kesinoniman dengan kata lainnya.

4. Suatu kata yang semula memiliki kolokasi sangat ketat, misalnya antara kopi dengan minuman, kuncup dengan kembang , maupun pohon denga batang, seringkali dipakai secara tumpang tindih karena masing-masingnya dianggap memiliki kesinoniman.

5. Akibat kekurangtauan terhadap nilai makna suatu kata maupun kelompokseringkali bentuk kebahasaan yang berbeda-beda begitu saja dianggap sinonim misalnya antara bentuk kembali kepangkuan ilahi dengan meninggalkan duni kehidupan.

F. Perbedaan sinonim
Menurut Palmer (1976:60-63) mengemukakan lima kemungkinan perbedaan pada sinonim. Kelima perbedaan itu ialah :

1. Perbedaan karena dialek atau kebiasaan setempat, misalnya dalam dialek jakarta terdapat bentuk gue= kita untuk dialek manado, dan = saya untuk Bahasa Indonesia.

2. Pebedaan pada pemakaian misalnya kata mati dan meninggal. Kata mati digunakan untuk manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan seperti tampak dalam kalimat, “Si dungu telah lama mati.”;”Kambing saya mati kemarin.”; “Bunga itu mati karena tidak disiram.” Kata meninggal biasanya hanya digunakan untuk manusia, mislnya dalam kalimat”sayang, Guru itu cepat meninggal .”

3. Perbedaan pada nilai kata, misalnya kata memohon nilainya lebih halus daripada kata meminta; kata bersantap lebih baik daripada kata makan.

4. Perbedaan berdasakan kolokial tidaknya kata, misalnya kata ana dan saya.

5. Perbedaan karena hiponim, misalnya kata sapi merupakan hiponim kata binatang.
Menurut Collinson (Mansoer Pateda, 2001: 225-226) sinonim dibedakan atas

1. Satu kata lebih umum dari yang lain ( one term more general than another ), misalnya kata tumbuh-tumbuhan lebih umum daripada kata tebu.

2. Suatu kata lebih intens dari yang lain ( one term is more intens than another ), misalnya kata mendengarkan lebih inten daripada kata mendengar.

3. Suatu kata lebih imotif dari yang lain (ono teerm is more emotive than another), misalnya kata meninggal lebih imotif daripada kata mampus, dan kata memohon lebih imotif daripada kata meminta.

4. Suatu kat lebih profesional dari yang lain (ono term is more emotive than another), misalnya kata riset lebih profesional daripada kata penelitian ; kata studi lebih profesional daripada kata belajar.

5. Suatu kata lebih dapat mencakup penerimaan atau penolakan dari segi moral, sedangkan yang lain bersifat netral ( one term may imply moral approbation or censure where another is neutral), misalnya kata sedekah atau pemberian,kata bersetubuh dengan kata hubngan intim, hubungan badan, hubungan seksual.

6. Suatu kata lebih bersifat literer dari yang lain ( one term is more literary than another), misalnya kata puspa dan kata bunga.

7. Suatu kata lebih kolokial dari yang lain ( eno term is more coloquial than another ), misalnya kata situ dan saudara.

8. Suatu kata lebih bersifat lokal atau kedaerahan dari yang lain ( one term is more local or dialectal than another ) misalnya ngana (dialek manado ) dan kata saudara.

9. Kata-kata yang khusus digunakan oleh bayi (one of the synonyms belongs to child-talk) misalnya kata mam dan ibu.

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa istilah sinonimi (Inggris: synonymy berasal dari bahasa Yunani Kuno; onoma = nama dan syn = dengan). Maka harfiahnya adalah nama lain untuk benda yang sama. Untuk mendefinisikan sinonim ada tiga batasan yaitu: kata-kata dengan acuan ekstra linguistic yang sama, misalnya kata mati dan mampus, kata-kata yang mengandung makna yang sama, misalnya kata memberitahukan dan kata menyampaikan, dan kata-kata yang dapat disubstitusikan dalam konteks yang sama, misalnya “Kami berusaha agar pembangunan berjalan terus.”,”Kami berupaya agar pembangunan berjalan terus.” Kata berusaha bersinonim dengan kata berupaya.h suatu istilah yang dapat dibatasi sebagai, telaah mengenai bermacam-macam kata yang memiliki makna yang sama atau keadaan dimana dua kata atau lebih memiliki makna yang sama,1) sinonim di bagi menjadi empat yaitu:sinonim yang total dan komplek,2) sinonim yang tidak total tetapi komplit 3) sinonim yang total tetapi tidak komplit 4)sinonim yang tidak total dan tidak komplit.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Berita-NTB - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger